Al-Qur'an Online ☪ 30 Juz 114 Surat 6236 Ayat

Bacaan Al Quran Online Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia. 30 Juz 114 Surat, 6236 Ayat

Qur'an Surat An-Nazi'at

An-Nazi'at

(النّٰزعٰت)
Malaikat Yang Mencabut
Surat ke: 79
Jumlah Ayat: 46
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
  1. وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙwan-nāzi'āti garqāDemi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.
  2. وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙwan-nāsyiṭāti nasyṭāDemi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.
  3. وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙwas-sābiḥāti sab-ḥāDemi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
  4. فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙfas-sābiqāti sabqādan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,
  5. فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘfal-mudabbirāti amrādan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia)[1550].
  6. يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙyauma tarjufur-rājifah(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,
  7. تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗtatba'uhar-rādifah(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.
  8. قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙqulụbuy yauma`iżiw wājifahHati manusia pada waktu itu merasa sangat takut,
  9. اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ۘabṣāruhā khāsyi'ahpandangannya tunduk.
  10. يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗyaqụlụna a innā lamardụdụna fil-ḥāfirah(Orang-orang kafir) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?[1551] 📗
  11. ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗa iżā kunnā 'iẓāman nakhirahApakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?”
  12. قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘqālụ tilka iżang karratun khāsirahMereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.”
  13. فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙfa innamā hiya zajratuw wāḥidahMaka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.
  14. فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗfa iżā hum bis-sāhirahMaka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).
  15. هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘhal atāka ḥadīṡu mụsāSudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?
  16. اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚiż nādāhu rabbuhụ bil-wādil-muqaddasi ṭuwāKetika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;
  17. اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖiż-hab ilā fir'auna innahụ ṭagāpergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,
  18. فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙfa qul hal laka ilā an tazakkāMaka katakanlah (kepada Fir‘aun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),
  19. وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚwa ahdiyaka ilā rabbika fa takhsyādan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?”
  20. فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖfa arāhul-āyatal-kubrāLalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
  21. فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖfa każżaba wa 'aṣāTetapi dia (Fir‘aun) mendustakan dan mendurhakai.
  22. ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖṡumma adbara yas'āKemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
  23. فَحَشَرَ فَنَادٰىۖfa ḥasyara fa nādāKemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).
  24. فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖfa qāla ana rabbukumul-a'lā(Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”
  25. فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗfa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ụlāMaka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.
  26. اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗinna fī żālika la'ibratal limay yakhsyāSungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).
  27. ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗa antum asyaddu khalqan amis-samā`, banāhāApakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
  28. رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙrafa'a samkahā fa sawwāhāDia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
  29. وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖwa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhādan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).
  30. وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗwal-arḍa ba'da żālika daḥāhāDan setelah itu bumi Dia hamparkan.
  31. اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖakhraja min-hā mā`ahā wa mar'āhāDarinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
  32. وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙwal-jibāla arsāhāDan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh.
  33. مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗmatā'al lakum wa li`an'āmikum(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
  34. فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖfa iżā jā`atiṭ-ṭāmmatul-kubrāMaka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,
  35. يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙyauma yatażakkarul-insānu mā sa'āyaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,
  36. وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰىwa burrizatil-jaḥīmu limay yarādan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
  37. فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖfa ammā man ṭagāMaka adapun orang yang melampaui batas,
  38. وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙwa āṡaral-ḥayātad-dun-yādan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
  39. فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗfa innal-jaḥīma hiyal-ma`wāmaka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.
  40. وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙwa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa 'anil-hawāDan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
  41. فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗfa innal-jannata hiyal-ma`wāmaka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).
  42. يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗyas`alụnaka 'anis-sā'ati ayyāna mursāhāMereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”[1552] 📗
  43. فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗfīma anta min żikrāhāUntuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)? 📗
  44. اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗilā rabbika muntahāhāKepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya). 📗
  45. اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗinnamā anta munżiru may yakhsyāhāEngkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat).
  46. كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَاka`annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā 'asyiyyatan au ḍuḥāhāPada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari[1553].
Teks Arab dan Terjemahan sesuai Surat An-Nazi'at versi kemenag

Penjelasan

Ayat 5
[1550]. Dalam ayat 1 s/d 5 Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang bermacam-macam sifat dan urusannya, bahwa manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat. Sebahagian ahli tafsir berpendapat, bahwa dalam ayat-ayat itu Allah bersumpah dengan bintang-bintang.
Ayat 10
[1551]. Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian itu.
Ayat 42
[1552]. Kata-kata ini mereka ucapkan adalah sebagai ejekan saja, bukan karena mereka percaya akan hari berbangkit.
Ayat 46
[1553]. Karena hebatnya suasana hari berbangkit itu mereka merasa bahwa hidup di dunia adalah sebentar saja.

Asbabun Nuzul

Latar Belakang diturunkannya Surat An-Nazi'at Ayat 10

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun firman Allah S.79:10 sebagai keterangan kepada Rasulullah yang terdengar oleh kaum kuffar Quraisy, mereka berkata: "Kalau kita dihidupkan kembali sesudah mati, tentu kita akan rugi." Maka turun ayat berikut (S.79:12) sebagai keterangan dari Allah kepada Rasul-Nya tentang ucapan kaum kuffar Quraisy.
(Diriwayatkan oleh Sa'id bin Mansyur yang bersumber dari Muhammad bin Ka'b)

Ayat 42-44

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S 79:42,43,44) turun ketika Rasulullah saw. ditanya tentang permulaan qiamat. Ayat ini turun sebagai penegasan bahwa hanya Allah yang mengetahui waktunya.
(Diriwayatkan oleh al-Hakim dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Aisyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum musyrikin Makkah bertanya dengan sinis kepada Rasulullah saw.: "kapan terjadinya qiamat?" Allah menurunkan ayat ini (S.79:42-46) yang menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui akan waktunya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw. sering menyebut-nyebut qiamat. Maka turunlah ayat ini (S.79:43,44) sebagai perintah untuk menyerahkan persoalannya kpqada Allah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Thariq bin Syihab. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Urwah.)

Al-Qur'an online sumber referensi dari kemenag Republik Indonesia. Penulisan Transliterasi dari Arab ke latin berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebuayaan Republik Indonesia nomor 158 Tahun 1987, dan Penjelasan ayat dari Al-Qur'an digital versi 2.1 .