Al-Qur'an Online ☪ 30 Juz 114 Surat 6236 Ayat

Bacaan Al Quran Online Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia. 30 Juz 114 Surat, 6236 Ayat

Qur'an Surat Al-Lail

Al-Lail

(الّيل)
Malam
Surat ke: 92
Jumlah Ayat: 21
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
  1. وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙwal-laili iżā yagsyāDemi malam apabila menutupi (cahaya siang), 📗
  2. وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙwan-nahāri iżā tajallādemi siang apabila terang benderang,
  3. وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓ ۙwa mā khalaqaż-żakara wal-unṡādemi penciptaan laki-laki dan perempuan,
  4. اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗinna sa'yakum lasyattāsungguh, usahamu memang beraneka macam.
  5. فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙfa ammā man a'ṭā wattaqāMaka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, 📗
  6. وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙwa ṣaddaqa bil-ḥusnādan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),
  7. فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗfa sanuyassiruhụ lil-yusrāmaka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan),
  8. وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙwa ammā mam bakhila wastagnādan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)[1580],
  9. وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙwa każżaba bil-ḥusnāserta mendustakan (pahala) yang terbaik,
  10. فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗfa sanuyassiruhụ lil-'usrāmaka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan),
  11. وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙwa mā yugnī 'an-hu māluhū iżā taraddādan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
  12. اِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدٰىۖinna 'alainā lal-hudāSesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk,
  13. وَاِنَّ لَنَا لَلْاٰخِرَةَ وَالْاُوْلٰىۗwa inna lanā lal-ākhirata wal-ụlādan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu.
  14. فَاَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰىۚfa anżartukum nāran talaẓẓāMaka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala,
  15. لَا يَصْلٰىهَآ اِلَّا الْاَشْقَىۙlā yaṣlāhā illal-asyqāyang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka,
  16. الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗallażī każżaba wa tawallāyang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
  17. وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَىۙwa sayujannabuhal-atqāDan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa, 📗
  18. الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَالَهٗ يَتَزَكّٰىۚallażī yu`tī mālahụ yatazakkāyang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya),
  19. وَمَا لِاَحَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰىٓۙwa mā li`aḥadin 'indahụ min ni'matin tujzādan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya, 📗
  20. اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚillabtigā`a waj-hi rabbihil-a'lātetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
  21. وَلَسَوْفَ يَرْضٰىwa lasaufa yarḍāDan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna).
Teks Arab dan Terjemahan sesuai Surat Al-Lail versi kemenag

Penjelasan

Ayat 8
[1580]. Yang dimaksud dengan merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan lagi pertolongan Allah dan tidak bertakwa kepada-Nya.

Asbabun Nuzul

Latar Belakang diturunkannya Surat Al-Lail Ayat 1

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa seorang pemilik pohon kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur ke rumah tetangganya seorang fakir yang banyak anaknya. Tiap kali pemilik kurma itu memetik buahnya ia memetiknya dari rumah tetangganya, dan apabila ada kurma jatuh dan dipungut oleh anak-anak itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk ke mulut anak-anak itupun dipaksa dikeluarkannya.

Orang fakir itu mengadukan hal itu kepada Nabi saw. dan beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah saw. bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda: "Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si Anu, dan bagianmu sebagai gantinya pohon kurma di surga." Pemilik pohon kurma itu berkata: "Hanya sekian tawaran tuan?" Aku mempunyai banyak pohon kurma dan pohon kurma yang diminta itu paling baik buahnya." Pemilik pohon kurma itu pergi. Pembicaraan dengan Nabi saw. itu terdengar oleh seorang Dermawan yang langsung menghadap kepada Rasulullah saw. dan berkata: "Apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku, jika pohon kurma itu telah menjadai milikku?" Rasulullah menjawab: "Ya." Maka pergilah orang itu menemui pemilik pohon kurma itu. Pemilik pohon kurma itu berkata: "Apakah engkau tahu bahwa Muhammad saw. menjanjikan pohon kurma di surga sebagai ganti pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Dan bahwa aku telah mencatat tawarannya, akan tetapi buahnya sangat mengagumkan, padahal aku banyak mempunyai pohon kurma, dan tidak ada satupun pohon yang selebat itu." Maka berkata orang dermawan itu: "Apakah kau mau menjualnya." Ia menjawab: "Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memnuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak akan ada yang sanggup." Dermawan itu berkata lagi: "Berapa yang engkau inginkan?" Ia berkata: "Aku inginkan empat puluh pohon kurma." Ia pun terdiam kemudian berkata lagi: "Engkau minta yang bukan-bukan, baik aku berikan empat puluh pohon kurma kepadamu, dan aku minta saksi jika engkau benar mau menukarnya." Ia memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu.

Dermawan itu pun menghadap kepada Rasulullah saw. dan berkata: "Ya Rasulullah! Pohon kurma itu telah menjadi milikku dan akan aku serahkan kepada tuan." Maka berangkatlah Rasulullah saw. kepada pemilik yang fakir itu dan bersabda: "Ambillah pohon kurma ini untukmu dan keluargamu." Maka turunlah ayat ini (S.92:1-akhir surat) yang membedakan kedudukan dan akibat orang yang bakhil dengan orang dermawan.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan yang lainnya dari al-Hakam bin Abban dari Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Ayat 5

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) berkata kepda Abu Bakar: "Aku melihat engkau memerdekakan hamba-hamba yang lemah. Sekiranya engkau memerdekakan hamba-hamba yang kuat, pasti mereka akan membelamu dan mempertahankanmu, hai anakku." Abu Bakar menjawab: "Wahai Bapakku, aku mengharap apa yang ada di sisi Allah." Maka turunlah ayat-ayat yang berkenaan dengan Abu Bakar ini (S.92:5-21)
(Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Amir bin Abdllah bin Zubair yang bersumber dari bapaknya bernama Zubair.)

Ayat 17

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Abu Bakar telah memerdekakan tujuh orang hamba yang disiksa oleh pemiliknya karena hamba-hamba itu beriman kepada Allah. Ayat ini (S.92:17-21) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dermawan menafkahkan hartanya di jalan Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Urwah.)

Ayat 19

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.92:19-21) turun berkenaan dengan kedermawanan Abu bakar.
(Diriwayatkan oleh al-Bazzar yang bersumber dari Ibnuz-Zubair.)

Al-Qur'an online sumber referensi dari kemenag Republik Indonesia. Penulisan Transliterasi dari Arab ke latin berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebuayaan Republik Indonesia nomor 158 Tahun 1987, dan Penjelasan ayat dari Al-Qur'an digital versi 2.1 .