Al-Qur'an Online ☪ 30 Juz 114 Surat 6236 Ayat

Bacaan Al Quran Online Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia. 30 Juz 114 Surat, 6236 Ayat

Qur'an Surat Al-Fajr

Al-Fajr

(الفجر)
Fajar
Surat ke: 89
Jumlah Ayat: 30
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
  1. وَالْفَجْرِۙwal-fajrDemi fajar,
  2. وَلَيَالٍ عَشْرٍۙwa layālin 'asyrdemi malam yang sepuluh[1572],
  3. وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙwasy-syaf'i wal-watrdemi yang genap dan yang ganjil,
  4. وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚwal-laili iżā yasrdemi malam apabila berlalu.
  5. هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗhal fī żālika qasamul liżī ḥijrAdakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?
  6. اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖa lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'ādTidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?
  7. اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖirama żātil-'imād(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi[1573],
  8. الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖallatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilādyang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,
  9. وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖwa ṡamụdallażīna jābuṣ-ṣakhra bil-wāddan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah[1574],
  10. وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖwa fir'auna żil-autāddan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),
  11. الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖallażīna ṭagau fil-bilādyang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
  12. فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖfa akṡarụ fīhal-fasādlalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,
  13. فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖfa ṣabba 'alaihim rabbuka sauṭa 'ażābkarena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,
  14. اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗinna rabbaka labil-mirṣādsungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.
  15. فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗfa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhụ fa akramahụ wa na''amahụ fa yaqụlu rabbī akramanMaka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”
  16. وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚwa ammā iżā mabtalāhu fa qadara 'alaihi rizqahụ fa yaqụlu rabbī ahānanNamun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku[1575].”
  17. كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙkallā bal lā tukrimụnal-yatīmSekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],
  18. وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙwa lā tahāḍḍụna 'alā ṭa'āmil-miskīndan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
  19. وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙwa ta`kulụnat-turāṡa aklal lammāsedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),
  20. وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗwa tuḥibbụnal-māla ḥubban jammādan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
  21. كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙkallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkāSekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
  22. وَّجَآءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚwa jā`a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffādan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,
  23. وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗwa jī`a yauma`iżim bijahannama yauma`iżiy yatażakkarul-insānu wa annā lahuż-żikrādan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.
  24. يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚyaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātīDia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”
  25. فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ ۙfa yauma`iżil lā yu'ażżibu 'ażābahū aḥadMaka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil)[1577],
  26. وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ ۗwa lā yụṡiqu waṡāqahū aḥaddan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
  27. يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙyā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innahWahai jiwa yang tenang! 📗
  28. ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚirji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyahKembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
  29. فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙfadkhulī fī 'ibādīMaka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
  30. وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْࣖwadkhulī jannatīdan masuklah ke dalam surga-Ku.
Teks Arab dan Terjemahan sesuai Surat Al-Fajr versi kemenag

Penjelasan

Ayat 2
[1572]. Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram termasuk di dalamnya hari Asyura. Ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.
Ayat 7
[1573]. Iram ialah ibukota kaum 'Aad.
Ayat 9
[1574]. Lembah ini terletak di bagian utara jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam. Mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.
Ayat 16
[1575]. Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
Ayat 17
[1576]. Yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.
Ayat 25
[1577]. Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.

Asbabun Nuzul

Latar Belakang diturunkannya Surat Al-Fajr Ayat 27

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.89:27 turun berkenaan dengan Hamzah (yang gugur sebagai syahid).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buraidah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa yang akan membeli sumur Rahmat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya." Sumur itu dibeli oleh Utsman. Nabi saw. bersabda: "Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber air minum bagi semua orang?" Utsman menyetujuinya. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.89:27) berkenaan dengan Utsman.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Al-Qur'an online sumber referensi dari kemenag Republik Indonesia. Penulisan Transliterasi dari Arab ke latin berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebuayaan Republik Indonesia nomor 158 Tahun 1987, dan Penjelasan ayat dari Al-Qur'an digital versi 2.1 .